NAMA : ARI
SANDI
NPM : 17
630 113
TUGAS :
STATISTIK/PROBABILITAS
UJI ANOVA ( UJI F )
1. Pengertian ANOVA
Analisis
varians (ANOVA) adalah kumpulan dari model statistik yang digunakan untuk
menganalisis perbedaan rata-rata antara kelompok dan prosedur terkait (seperti
“variasi” antara kelompok), yang dikembangkan oleh ahli statistik dan evolusi
biologi Ronald Fisher. Dalam pengaturan ANOVA, varians diamati pada variabel
tertentu dibagi menjadi komponen disebabkan berbagai sumber variasi. Dalam
bentuk yang paling sederhana, ANOVA menyediakan uji statistik apakah rata-rata
beberapa kelompok adalah sama, dan adanya generalisasi t-test untuk lebih dari
dua kelompok. Seperti melakukan beberapa dua-sample t-tes akan menghasilkan
peningkatan kesempatan dalam mengamati tipe I kesalahan statistik, maka ANOVA
berguna untuk membandingkan (pengujian) tiga atau lebih berarti (kelompok atau
variabel) untuk signifikansi statistik. Contoh :
Seorang peneliti ingin menilai adakah perbedaan
model pembelajaran A, B dan C terhadap hasil pembelajaran mata pelajaran fisika
pada kelas 6. Dimana dalam penelitian tersebut, kelas 6A diberi perlakuan A,
kelas 6B diberi perlakuan B dan kelas 6C diberi perlakuan C. Setelah adanya
perlakuan selama satu semester, kemudian dibandingkan hasil belajar semua kelas
6 (A, B dan C). Masing-masing kelas jumlahnya berkisar antara 40 sampai dengan
50 siswa.
Hasil akhir yang didapatkan adalah nilai f hitung. Nilai
tersebut dibandingkan dengan nilai dalam tabel f pada derajat kebebasan
tertentu (degree of freedom). Jika F hitung > F Tabel, maka disimpulkan bahwa menerima H1 atau
yang berarti ada perbedaan secara nyata atau signifikan hasil ujian siswa antar
perlakuan model pembelajaran.
· Anova Dalam Regresi Linear
Kadang para pembaca cukup dibingungkan oleh adanya tabel
ANOVA pada hasil analisis regresi linear. Tentunya jika anda mengerti
maksud sesungguhnya dari uji yang satu ini, maka anda tidak akan bingung lagi.
Anova dalam perhitungannya membandingkan nilai mean square dan hasilnya adalah
menilai apakah model prediksi linear tidak berbeda nyata dengan nilai koefisien
estimasi dan standar error.
2. Ciri-ciri ANOVA
Ciri khasnya adalah adanya satu atau lebih variabel bebas sebagai faktor penyebab dan
satu atau lebih variabel response sebagai akibat atau efek dari adanya faktor.
Contoh penelitian yang dapat menggambarkan penjelasan ini: “Adakah pengaruh
jenis bahan bakar terhadap umur thorax mesin.” Dari judul tersebut jelas sekali
bahwa bahan bakar adalah faktor penyebab sedangkan umur thorax mesin adalah
akibat atau efek dari adanya perlakuan faktor. Ciri lainnya adalah variabel
response berskala data rasio atau interval (numerik atau kuantitatif).
Anova merupakan salah satu dari berbagai jenis uji
parametris, karena mensyaratkan adanya distribusi normal pada variabel terikat
per perlakuan atau distribusi normal pada residual. Syarat normalitas ini
mengasumsikan bahwa sample diambil secara acak dan dapat mewakili keseluruhan
populasi agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai generalisasi. Namun
keunikannya, uji ini dapat dikatakan relatif robust atau kebal terhadap adanya
asumsi tersebut.
Asumsi
untuk uji Anova adalah :
- Populasi
semuanya normal
- Standard deviasi
populasi normal
- Populasi
independen
Penjabaran
Dalam One-Way Anova
Dalam ANOVA kita ingin tahu nilai varians karena treatment
(variabel independen) cukup besar dibandingkan dg varians kerena fluktuasi
internal (error). Oleh sebab itu rumus F menjadi :
Jika level treatment lebih dari 2, maka melakukan POST-HOC
analysis dengan melakukan multiple Means Comparison.
Multiple
Means Comparison
- Metode Tuckey
(Tuckey Test)
- Metode
Boneferoni
- Metode Student
(t-test)
- dan lain-lain
Uji anova dapat digunakan untuk menguji adanya perbedaan antara
beberapa sampel juga dapat digunakan juga untuk menguji adanya pengaruh atas
suatu perlakuan terhadap subyek penelitian. Cara pengujian dapat dilakukan dengan
menghitung secara manual atau bantuan program sps, spss, dan minitab.
Komentar
Posting Komentar