Langsung ke konten utama

STATISTIK/PROBABILITAS


Nama        : Ari Sandi
NPM          : 17 630 113
Tusga 06    : Statistik/probabilitas
Uji Chi Square
Uji Chi Square adalah salah satu statistik uji yang dapat digunakan untuk menguji apakah frekuensi yang diamati cukup mendekati frekuensi yang diharapkan, sehingga mempunyai kemungkinan besar untuk terjadi di bawah H₀.
Uji Chi square digunakan untuk melakukan pengujian terhadap dua kelompok data dimana variabel independen maupun dependennya merupakan data kategorik.
Uji Chi square juga dapat dikatakan sebagai uji proporsi untuk dua atau lebih kasus gimana datanya bersifat diskrit. Berikut akan kita bahas tentang rumus chi square.
1.   Tidak ada cell dengan nilai frekuensi kenyataan atau disebut juga Actual countu (F0) sebesar 0 (Nol)
2.   Apabila bentuk table kontigensi 2 x 2, maka tidak boleh ada 1 cell saja yang memiliki frekuensi harapan atau disebut juga expected count (“Fh”) kurang dari 5
3.   Apabila bentuk table lebih dari 2 x 2, misak 2 x 3, maka jumlah cell dengan frekuensi harapan yang kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%

1.1               Jenis Uji Chi Square
Rumus pearon Chi Square yaitu :
         
Contoh 1

Pada penelitian tentang hubungan antara merokok dengan hipertensi dengan total sampel 110 orang laki-laki, didapatkan 35 orang menderita Coronary Heart Disease (CHD) disertai dengan kebiasaan merokok, 25 orang menderita CHD tanpa disertai dengan kebiasaan merokok, sedangkan sisanya 20 orang non-CHD dengan kebiasaan merokok dan 30 orang non CHD tanpa kebiasaan merokok. Hitunglah apakah terdapat perbedaan antara merokok dengan tidak merokok terhadap kejadian CHD!

JAWABAN:
MEROKOK
HIPERTENSI
TOTAL
CHD
NON CHD
POSITIF
35
20
55
NEGATIF
25
30
55
TOTAL
60
50
110

Ho: tidak ada perbedaan yang bermakna antara merokok dengan tidak merokok terhadap     kejadian CHD
H1: ada perbedaan yang bermakna antara merokok dengan tidak merokok terhadap  kejadian CHD
α  =  5 % =0,05
df = (k-1) (b-1) = (2-1) (2-1)= 1
X2 tabel adalah 3,841
Kriteria pengujian hipotesis:  X2 tabel  <  X2 hitungmaka Ho ditolak  (H1 diterima).
                                                X2 tabel  >  X2 hitungmaka Ho diterima (H1 ditolak).
Penghitungan :

    n  (ad-bc)2
X2 =   --------------------
        (a+b)(c+d)(a+c)(b+c)

        110 ((35 x30)-(25x20)) 2
X2 =  ----------------------          =  3,7
               55 x 55 x 60 x50

Kesimpulan:
Berdasarkan hasil perhitungan di atas diketahui bahwa X2 tabel  >  X2 hitungmaka Ho diterima (H1 ditolak), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara merokok dengan tidak merokok terhadap kejadian CHD.


Contoh 2

Dari hasil pemeriksaan status gizi pada 800 anak sekolah dasar, terdapat 700 anak yang mempunyai status gizi baik dengan tingkatan IQ <120 pada 210 anak, IQ =120 pada 340 anak, dan IQ> 120 pada 150 anak, sedangkan 100 anak mempunyai status gizi kurang dengan tingkatan  IQ=120 pada 35 anak dan IQ>120 pada 15 anak. Buktikan apakah terdapat hubungan antara status gizi anak dengan  tingkat IQ anak! (Gunakan α  = 10%)

JAWABAN:
Status Gizi Anak
Tingkat IQ Anak
Total
<120
120
>120
Baik
210
340
150
700
Kurang
50
35
15
100
Total
260
375
165
800

Ho: tidak ada perbedaan yang bermakna antara status gizi anak terhadap tingkat IQ.
H1: ada perbedaan yang bermakna antara status gizi anak terhadap tingkat IQ
α  = 10 % = 0,10
df = (k-1) (b-1) = (3-1) (2-1)= 2
X2 tabel adalah 4,605
Kriteria pengujian hipotesis:  X2 tabel  <  X2 hitungmaka Ho ditolak  (H1 diterima).
                                                X2 tabel  >  X2 hitungmaka Ho diterima (H1 ditolak).

Penghitungan
Frekuensi harapan ( e) = (total baris x total kolom )/grand total

          260 x 700                             375 x 700                               165 x 700
e1=    -----------  = 227,5     e2 =    ----------    = 328,1      e3 =    --------        =144,4
               800                                       800                                         800

          260 x 100                              375 x 100                               165 x 100
e4 =   -----------   = 32,5      e5 =    ------------  = 46,9         e6 =   --------       = 20,6
              800                                        800                                          800




Status Gizi Anak
Tingkat IQ Anak
Total
<120
120
>120
Baik
210 (227,5)
340 (328,1)
150 (144,4)
700
Kurang
50 (32,5)
35 (46,9)
15 (20,6)
100
Total
260
375
165
800

             (o-e) 2
X2 = ----------
                e

             (210- 227,5) 2
X1 =    -------------    = 1,35                           
                   227,5

           (340-328,1) 2
X2 =  ------------      = 0,072
                  328,1

            (150-144,4) 2
X3 =    -----------    = 0,077                         
                  144,4

              (50-32,5) 2
X4 =    ----------  = 1,07                           
                   32,5

               (35-46,9) 2
X5 =     -----------   = 0,51               
                   46,9

              (15-20,6) 2
X6 =    ----------   = 0,54                           
                  20,6


∑ X2  = X1 + X2 + X3 + X4 + X5 + X6   = 1,35 + 0,072 + 0,077 + 1,07 + 0,51+ 0,54
 ∑ X2  = 3,62

Kesimpulan:
Berdasarkan hasil perhitungan di atas diketahui bahwa X2 tabel  >  X2 hitungmaka Ho diterima (H1 ditolak), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara tingkat status gizi anak  terhadap tingkatan IQ yang ada.


Komentar